Aku pohon yang sehari lalu masih bibit, menjelma demi seorang gadis.
Dua puluh empat jam, Tuhan menumbuhkanku.
Dari bibit menjulang batang lalu menjulur cabang-cabang.
Wangi daun pun semerbak usai ranting-ranting pelan merangkak.
Sehari lagi, Tuhan melebarkan tajuk. Meniadakan celah bagi terik dan deras.
Gadis, segera berteduh. Bawalah masa depanmu.
Purwodadi, 30 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar