Ketukan Maut


Rindumu telah diketuk maut
berkali ulang tanpa izin waktu
mirip
              lancang
                                tetamu.

Rindumu tak sungkan membungkam sungkan
penghormatan bagi maut yang menyeruput kopimu.
Maut menatap rindumu yang tak berpintu
ladang-ladang kering adalah ancaman.

Maut bergelantung di pekat awan
sebelum layu sebenarnya maut,
maut
              menghujani
                                rindumu.

Sleman, 6 Oktober 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar