Catatan Esok : Kenangan Mahasiswa
Saya mencoba memahami mengapa seorang mahasiswa harus aktif di organisasi mahasiswa (ormawa). Bukan kepanitiaan! Bentuk kepanitiaan bisa jadi masih kurang dalam masalah kekeluargaan. Rasa saling mengenal antarpersonal pelan-pelan mulai luntur bila kepanitiaan sudah bubar. Hal lain adalah masalah regenerasi. Kebanyakan kepanitiaan bersifat tak berkelanjutan. Tak punya regenerasi karena itu bukan goal yang dituju. Patut dipahami, salah satu kunci regenerasi adalah pemahaman potensi individu dimana strateginya adalah kekeluargaan. Dengan kekeluargaan berarti ada tuntutan untuk mengenal karakter/potensi para personal di ormawa itu. Tuntutan itulah yang jadi acuan pola kaderisasi ormawa.
Kekeluargaan dan kaderisasi adalah senyawa, lalu menjadi seraga dengan leadership, tanggung jawab, rasa percaya diri, dan keberanian. Demikian ajaran ideal sebuah ormawa.
Hanya saja ajaran ideal ormawa (soft skill), sering dikejar dengan alasan bermanfaat di dunia kerja pasca lulus. Bahasa lainnya, akan sukses bila dulu ikut ormawa. Yang tidak pernah ikut ormawa bakal kerepotan, bakal canggung, dan masih banyak bakal-bakal yang lainnya. Ini sindiran bagi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang kuliah pulang).
Sah-sah saja dan wajar bila ada persepsi seperti itu.
Namun, saya punya pemahaman yang lain. Bisa dibilang lebih futuristik (?), tak sekedar career ending. Saya memahami, selagi mahasiswa seyogyanya aktif berorganisasi karena akan banyak kenangan. Entah kenangan bahagia, sakit hati, sedih, pilu, maupun asmara. Hahaha...
Kenangan adalah sejarah. Itu tak berarti kita harus kembali atau menyesali kejadian yang lalu. Cukuplah kita mengambil hikmah. Sejarah menguntai narasi, berderet-deret membentuk kisah. Kisah ini yang nantinya jadi inspirasi generasi selanjutnya.
Dengan kenangan itu kita bisa lebih bijak di usia matang maupun usia tua. Senyum, jengkel, dan emosi sewaktu mahasiswa jadi bumbu-bumbu saat mengenang kenangan di hari tua esok. :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar