Keputusan Hujan


Hujan akan memutuskan air mata siapa yang turut mengalir ke lautan
lalu menguap menghitamkan awan, melipatduakan kalut tak berkesudahan.

"Apa iya malam ini akan hujan?" cemasnya menangguhkan air mata.

(Sleman, 29/9/2014)

Jarak yang Mahal


Dalam keramaian ada jarak yang kita ukur. Bukan bilangan tapi rasa-perasaan yang kita catat. Sekalipun tanpa satuan, rasa itu senyata matematika.

Pohon dan angin selalu berkarib. Seperti serial asmara di tivi, mereka menggugurkan daun-daun agar terasa drama. Angin sedikit pelit memberi sepoinya. Pun, pohon ternyata membeli bayang-bayang dari matahari. Lalu diletakkan di bawah kaki-kaki kita, memastikan tiada yang merasa ditinggalkan.

Langkah orang-orang asing jadi aral berat buat kita mendekat. Terima tak terima, jarak ini terukur mahal. Bukan dengan nafsu kita bayar. Mari beriuran saja, aku bibir dan kamu mata. Itu yang kita bawa.

Lalu, tak perlu menawar jarak itu karena senyumku seharga pandangan matamu.

(Sleman, 18/9/2014)

Cinta Tanpa Melacur


Kata-kataku adalah bayi dari rebah dan lelah yang bersenggama. Ketiba-tibaan adalah ranjang bergoyang, desah melayani imajinasi,
entah kapan dan dimana pun.

Puncak langit tak terlalu tinggi saat ranjang pelan-pelan menuju tenang. Menuntaskan lelah melahirkan bayi, yang lalu diberi nama.
Inilah cinta tanpa melacur.

(Sleman, 17/9/2014)

Senja Serta Kata-Kata


Tiba-tiba senja menjatuhkan kata-kata,

ia tertancap, sekali-dua bertebaran di atas kepala. Ingin senja dari kata-kata, ada sepesan atau sekisah.

Tentang apa itu tentang rasa. Tak melulu asmara, yang beralamat atau jalan di tempat. Untuk siapa tak penting pula, jauh penting ada budi yang harus dibalas buat senja.

Ah kata, ah kata-kata...
ia diturunkan lagi, ia terima kasih senja pada siapa saja, yang merawat kata demi kata.
Buat kini, esok, dan selanjut-lanjutnya.

Tiba-tiba senja mengirimkan ingatan,
ada seseorang tak sanggup berkata-kata.

Sleman, 9/9/2014

Ingin Jendela


Nampaknya jendela ingin mentari kembali lagi ke ufuk timur,
biar aku bisa bangun pagi-pagi.

Mendoakan mereka dan

dia.

Sleman, 10/9/2014