Cinta Tanpa Melacur


Kata-kataku adalah bayi dari rebah dan lelah yang bersenggama. Ketiba-tibaan adalah ranjang bergoyang, desah melayani imajinasi,
entah kapan dan dimana pun.

Puncak langit tak terlalu tinggi saat ranjang pelan-pelan menuju tenang. Menuntaskan lelah melahirkan bayi, yang lalu diberi nama.
Inilah cinta tanpa melacur.

(Sleman, 17/9/2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar