Tiba-tiba senja menjatuhkan kata-kata,
ia tertancap, sekali-dua bertebaran di atas kepala. Ingin senja dari kata-kata, ada sepesan atau sekisah.
Tentang apa itu tentang rasa. Tak melulu asmara, yang beralamat atau jalan di tempat. Untuk siapa tak penting pula, jauh penting ada budi yang harus dibalas buat senja.
Ah kata, ah kata-kata...
ia diturunkan lagi, ia terima kasih senja pada siapa saja, yang merawat kata demi kata.
Buat kini, esok, dan selanjut-lanjutnya.
Tiba-tiba senja mengirimkan ingatan,
ada seseorang tak sanggup berkata-kata.
Sleman, 9/9/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar