Jendela bagi yang tak memaknai akan
dianggap benda mati. Ia hanya benda geometris yang cuma mengantarkan cahaya.
Padahal Jendela punya banyak
cerita. Ia kadang memberi penasaran. Siapa gerangan yang datang? Apakah seorang
teman lama, kerabat jauh, sang kekasih, atau malah seorang pencari sumbangan. Jendela
selalu pertama yang merekam, ia seolah menyapa dalam diam.
Persahabatannya dengan Pintu kadang
tak akur. Pintu kadang menggerutu : "Orang itu tak boleh masuk!"
Bila sudah seperti itu, Jendela tak
bisa melobi apalagi memaksa pada Pintu. Ia tiada kuasa mempersilakan.
Lucunya, Jendela acapkali dipaksa
munafik. Mau tak mau ia harus menuruti permintaan si Gorden agar semua terlihat
gelap. Biar orang menaruh curiga : tiada tamu yang boleh dipersilakan!
Mungkin Pintu kadang sungkan
sehingga menyuruh Gorden menzalimi Jendela. Alhasil, Jendela kerap
digunjing dan dicurigai.
Lantas, dimana keadilan untuk Jendela?
Menderitakah ia?
Apapun yang terjadi Jendela
tetaplah Jendela, yang jadi muara cerita tiap insan rumah.
Sudah selayaknya kita berempati
pada Jendela.
Nice
BalasHapus